jenis-jenis paragraf
Jenis – jenis paragraf dalam Bahasa Indonesia
Disusun untuk memenuhi mata kuliah Bahasa Indonesia yang dibimbing
oleh
Ibu Evi Resti D, MPd. I
Bahasa Indonesia

Disusun oleh :
1.
Alisa
Kotrun Nada ( T20187034
)
2. Nur Farada Sugihartini (T20187018
)
3. Siti Maulidia (
T20187029 )
4. Yustika Mu’izzah (
T20187023 )
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA
TAHUN 2018 / 2019
A.
Paragraf
Paragraf merupakan seperangkat kalimat yang membicarakan suatu
gagasan atau topik ( Arifin, 2006:125 ). Paragraf adalah alinea, yakni mulai
dari baris baru ( Sakri, 1992 ). Adapun Finoza ( 2007 ) mengartikan paragraf
sebagai satuan bentuk bahasa yang merupakan gabungan beberapa kalimat. Menurut
penulis, paragraf merupakan gabungan beberapa kalimat yang memenuhi unsur
kohesi ( kesatuan ) dan koherensi ( kepaduan ).
Berdasarkan uraian di atas, maka secara umum paragraf memiliki ciri
– ciri sebagai berikut : berbentuk alinea, terdiri dari beberapa kalimat,
pengembangan gagasannya berpangkal pada pikiran utama ( gagasan utama ) yang di
nyatakan dengan kalimat topik, dan pikiran utama tersebut dilengkapi dengan
beberapa ide penjelas.
Fungsi paragraf adalah mengekspresikan gagasan secara tertulis ke
dalam serangkaian kalimat yang
tersusun secara logis dalam suatu
kesatuan, menandai pergantian gagasan baru untuk karangan yang terdiri dari
beberapa paragraf, memudahkan penulis dalam
mengorganisasikan gagasan, dan dapat membantu pembaca dalam upaya
memahami gagasan yang dituangkan dalam paragraf tersebut.1
B.
Jenis
– jenis Paragraf dalam bahasa indonesia
Paragraf dapat dibedakan menjadi
beberapa jenis. Penjenisan tersebut dapat ditinjau berdasarkan letak ide
pokok, berdasarkan sifat isi atau bentuk pengembangan gagasannya dan
berdasarkan posisi dan fungsinya dalam karangan.
1.
Berdasarkan
letak ide pokok
Berdasarkan letak ide pokoknya, jenis – jenis paragraf dapat
dibedakan [1]sebagai
berikut :
a.
Paragraf
deduktif, yakni paragraf yang ide pokoknya terdapat di awal paragraf. Contohnya
sebagai berikut :
Menyimak
merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting didalam kegiatan
belajar bahasa. Namun demikian, di dalam praktiknya, anak didik kurang dilibatkan
secara aktif dalam kegiatan pembelajaran menyimak. Oleh karena itu, perlu
didukung strategi yang cocok yang memperhatikan fase – fase tertentu yang
dilalui anak didik di dalam belajar menyimak.
Ide pokok paragraf tersebut adalah “ Menyimak merupakan salah satu
keterampilan 2berbahasa yang penting didalam kegiatan belajar bahasa .”
b.
Paragraf
induktif, yakni paragraf yang ide pokoknya terdapat di akhir paragraf. Berikut
ini adalah contoh paragraf induktif :
Dengan
zakat, maka tidak akan muncul kecemburuan sosial antara yang kaya dengan yang
miskin. Selain itu, zakat dapat menciptakan hubungan kasih sayang, dan dapat
menghilangkan rasa saling benci di antara sesama. Membayar zakat wajib hukumnya
bagi mereka yang sudah mampu.
Ide pokok paragraf tersebut adalah “ Membayar zakat wajib hukumnya
bagi mereka yang sudah mampu .”
c.
Paragraf
kombinasi, yakni paragraf yang ide pokoknya terdapat di awal dan di akhir
paragraf. Contohnya sebagai berikut :
Salah
satu rukun Islam adalah zakat. Dengan zakat, maka tidak akan muncul kecemburuan
sosial antara yang kaya dengan yang miskin. Selain itu, zakat dapat menciptakan
hubungan kasih sayang, dan dapat menghilangkan rasa saling benci di antara
sesama. Bagi yang sudah mampu diwajibkan membayar zakat.
Ide pokok paragraf tersebut
adalah “ Salah satu rukun Islam adalah zakat dan ini diwajibkan bagi yang sudah mampu.
d.
Paragraf
penuh, yakni paragraf yang di dalamnya penuh dengan ide pokok, yakni seluruh
kalimat yang membangun paragraf sama – sama penting sehingga tidak ada satupun kalimat yang khusus menjadi ide pokok.
Paragraf ini sering dijumpai dalam uraian – uraian yang bersifat deskriptif dan
naratif terutama dalam karangan fiksi. Contohnya sebagai berikut :
Sesungguhnya
zakat itu hanya untuk orang – orang fakir, orang – orang miskin, pengurus –
pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk ( memerdekakan ) budak, orang – orang yang berhutang untuk
jalan Alah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu
ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.[2]
2.
Berdasarkan
sifat isi ( bentuk ) pengembangan gagasan
Berdasarkan sifat isi ( bentuk ) pengembangan gagasan, paragraf
dapat dibedakan sebagai paragraf
argumentasi, persuasi, deskripsi, narasi dan paragraf eksposisi.
a.
Paragraf
argumentasi
Paragraf
argumentasi adalah paragraf yang di dalamnya menyampaikan suatu gagasan (
pikiran atau pendapat ) tentang suatu masalah dengan tujuan untuk meyakinkan
pembaca. Gagasan tersebut disertai dengan argumen – argumen yang logis dan
objektif.
Contoh
paragraf argumentasi :
Dua tahun terakhir, terhitug sejak
Boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat tua
mencuat ke permukaan. Ini bisa dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak
sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu,
adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia
tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60% pesawat yang beroperasi
adalah pesawat tua. Amankah ? Kalau memang aman, lalu bagaimana cara merawatnya
dan berapa biayanya sehingga ia tetap nyaman dinaiki ?
b.
Paragraf
persuasi
Paragraf
persuasi adalah paragraf yang berisi pembahasan tentang suatu masalah yang
tujuan utamnya untuk membujuk, merayu, mengajak dan meyakinkan pembaca agar
mengikuti apa yang diinginkan oleh penulis.
Contoh
paragraf persuasi :
Merokok dapat merugikan kesehatan.
Dengan merokok, seseorang akan lebih mudah terserang beberapa penyakit, seperti
: serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin ( bagi ibu –
ibu ). Apabila merokok sudah menjadi pilihan anda, maka segera hentikan. Apakah
anda sudah bosan hidup ? Apakah anda akan mati jika tidak merokok ? Atau,
Apakah Anda memang ingin segera mati ? Semua terserah kepada Anda !
c.
Paragraf
deskripsi
Paragraf
deskripsi adalah jenis paragraf yang di dalamnya melukiskan atau menggambarkan
suatu objek ( peristiwa ) secara objektif, dengan harapan agar seolah – olah
pembaca melihat secara langsung objek ( peristiwa ) tersebut yang dilukiskan
atau digambarkan tersebut. Dengan kata lain, deskripsi berurusan dengan hal –
hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera.
Contoh
paragraf deskripsi :
Pasar Tanah Abang adalah sebuah
pasar yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko yang paling depan
berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar terdapat toko kain
yang lengkap dan berderet – deret. Di samping kanan pasar terdapat warung –
warung kecil penjual sayur dan bahan dapur. Di samping kiri ada pula berjenis –
jenis buah – buahan. Pada bagian belakang kita dapat menemukan berpuluh – puluh
pedagang daging. Belum lagi kita harus melihat lantai satu, dua dan tiga.
d.
Paragraf
eksposisi
Paragraf
eksposisi adalah paragraf yang di dalamnya memaparkan suatu fakta atau kejadian
tertentu dengan harapan agar dapat memperluas wawasan ( pengetahuan ) pembaca. Penyampaiannya dapat
menggunakan perkembangan analisis kronologis atau keruangan.
Contoh
paragraf eksposisi :
Pasar Tanah Abang adalah pasar yang
kompleks. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios penjual kain dasar.
Setiap hari rata – rata terjual tiga ratus meter untuk setiap kios. Dari data
ini dapat diperkirakan berapa besarnya uang yang masuk ke kas DKI dari Pasar
Tanah Abang.
e.
Paragraf
narasi
Paragraf
narasi adalah paragraf yang di dalamnya menuturkan rangkaian peristiwa atau
keadaan yang di kaitkan dengan kurun
waktu tertentu dalam bentuk penceritaan. Oleh karena itu, sebuah karangan
narasi atau paragraf narasi hanya kita temukan dalam novel, cerpen, riwayat
hidup, roman dan hikayat.
Contoh
paragraf narasi :
Malam itu ayah kelihatan benar –
benar marah. Aku sama sekali dilarang berteman dengan Syairul. Bahkan ayah
mengatakn bahwa aku akan diantar dan dijemput ke sekolah. Itu semua gara – gara
Slamet yang telah memperkenalkan aku dengan Siti.
3.
Berdasarkan
posisi dan fungsinya dalam karangan
Berdasarkan posisi dan fungsinya dalam karangan, jenis – jenis
paragraf dapat dibedakan sebagai berikut :
a.
Paragraf
pembuka, yakni paragraf yang berfungsi sebagai pengantar menuju masalah yang
akan dibicarakan. Paragraf ini berfungsi untuk menarik minat ( perhatian )
pembaca dan berfungsi menyiapkan ( menata pikiran ) pembaca untuk mengetahui
seluruh isi karangan. Salah satu cara untuk menarik perhatian ini ialah dengan
mengutip pernyataan yang memberikan rangsangan dari para orang terkemuka atau
orang yang terkenal.
b.
Paragraf
pengembang atau penghubung, yakni paragraf yang terletak antara paragraf
pembuka dan paragraf yang terakhir sekali di dalam bab atau anak bab itu.
Paragraf ini mengembangkan pokok pembicaraan yang dirancang. Paragraf itu dapat
dikembangkan dengan cara ekspositoris, deskriptif, naratif, agumentatif yang
akan dibicarakan pada halaman – halaman selanjutnya. Pada bagian ini umumnya
disertakan ontoh – contoh, ilustrasi dan lain – lain.
c.
Paragraf
penutup,paragraf yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu
kesatuan yang lebih kecil di dalam karangan itu. Biasanya, paragraf penutup
berupa simpulan semua pembicaraan yang telah di paparkan pada bagian – bagian
sebelumnya.3[3]
C.
Kesimpulan
Paragraf
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Penjenisan tersebut dapat ditinjau berdasarkan letak ide pokok, berdasarkan
sifat isi atau bentuk pengembangan gagasannya dan berdasarkan posisi dan
fungsinya dalam karangan. Berdasarkan letak ide pokok : paragraf deduktif,
paragraf induktif, paragraf kombinasi dan paragraf penuh. Berdasarkan sifat isi
( bentuk ) pengembangan gagasan : paragraf argumentasi, paragraf persuasi,
paragraf deskripsi, paragraf eksposisi dan paragraf narasi. Berdasarkan posisi
dan fungsinya dalam karangan : paragraf pembuka, paragraf penghubung atau
pengembang dan paragraf penutup.
DAFTAR PUSTAKA
Yaqin,M.
Zubad Nurul.2011.Bahasa Indonesia Keilmuan.Malang: UIN Maliki PRESS.
[1]M. Zubed Nurul Yaqin, Bahasa Indonesia Keilmuan ( Malang : UIN Maliki
PRESS, 2011 ), hlm. 57-58
[2]M. Zubed Nurul Yaqin, Bahasa Indonesia Keilmuan ( Malang : UIN Maliki
PRESS, 2011 ), hlm. 58 - 61
[3]M. Zubed Nurul Yaqin, Bahasa Indonesia Keilmuan ( Malang : UIN Maliki
PRESS, 2011 ), hlm. 61 - 64
Komentar
Posting Komentar